Saat Bisnis Ikut Hijrah…

Saat Bisnis Ikut Hijrah…

oleh: Admin

Kiranya sudah lama sekali saya kenal dengan Bung Rikhie Asbo (nama asli Rikhie Supriyadi -pen), panggilan pemilik Kolam Renang ZamZam Tirta, yang juga sangat familiar bagi masyarakat Bogor. Usaha wisata ini adalah usaha keluarga yang sampai kini masih dipercayakan kepada Bung Rikhie.

Sebagaimana dikutip Radar Bogor, Rikhie Asbo, sebuah nama yang cukup populer sebagai artis, terutama di Bogor. Di bawah label besar Sony, Rikhie malang melintang di dunia permusikan pop rock sejak 2002 sampai 2013. Tur ke 21 kota pernah dia jalani. Ternyata bukan cuma dunia seni, sejak remaja Rikhie aktif berbisnis. Mulai dari jual kaos, sampai bikin software accounting.

Sambil menjalankan bisnis keluarganya, Rikhie membangun bisnis transportasi bus parawisata sejak 2011. Awalnya dia melihat peluang untuk menyediakan bus sekolah untuk antar-jemput anak-anak sekolah. Bisnisnya terus berkembang. Sayangnya, dia tergoda juga untuk memulai berbagai bisnis mulai kuliner sampai properti, sehingga kurang fokus.

Bisnisnya mulai kesulitan, dan bahkan dia pernah terlibat utang Rp17 miliar di bisnis properti. Rikhie melihat bahwa akar masalahnya adalah riba utangnya. Akhirnya, pada 2012 dia berazam untuk bebas dari belitan utang riba. Ruko, tanah, rumah dia jual untuk melunasi utang-uutangnya. Tahun 2015 akhirnya dia bisa benar-benar bebas dari riba

Sejatinya, soal riba, Rikhie tahu persis dosanya. Sebab, asalnya dia memang anak pesantren. Akan tetapi tekadnya lepas riba baru bulat setelah ikut pelatihan Pengusaha Tanpa Riba (PTR). Menurut Rikhie, kini yang diremnya adalah masalah dosa, ketidakberkahan, dan kesibukan mengurus dunia yang tidak ada habisnya.

“Ketika semua itu ditinggalkan, keberkahan datang, seiring bertambahnya waktu buat keluarga,” katanya.

Rikhie sadar dengan keputusannya untuk menghindari riba di bisnisnya, secara omset jelas turun bahkan drop. Tapi, kalau dihitung-hitung dengan utang ribanya dulu, bisnisnya lebih untung sekarang.

“Ketaatan sesuai perintah Allah dan Rasulnya, tujuan kita buat ibadah, bukan materi dan ketenaran semata,” katanya.

Syukurnya keluarga mendukung, karena orangtua dari kaum santri, dan dasar agamanya kuat. Menurut Rikhie, tidak ada yang berat kalau kita sudah memahami, justru kita bersegera. “Kita meninggalkan riba dan meninggalkan yang tidak bermanfaat. Orang beriman itu dari lahan-lahan yang tidak ada manfaatnya dia berpaling,” ujarnya bijak.(*)

image courtesy of: Radar Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *